Dakwah itu cinta, istiqomah itu kesetiaan

Kamis, 12 Januari 2017

Penistaan Agama : Reaksi Tjokro dan Tanda Tangan Bung Karno

Penistaan Agama : Reaksi Tjokro dan Tanda Tangan Bung KarnoIlustrasi Tjokroaminoto
Islamedia – Sejarah penistaan agama tak hanya bermula saat Arswendo Atmowiloto membuat polling di Tabloid Monitor soal Tokoh Dunia yang Berpengaruh. Juga tak berhenti pada Lia Eden.  Jauh sebelum itu, terdapat nama Haji Oemar Said(HOS) Tjokroaminoto dan Soekarno.
Tersebutlah sebuah harian bernama  “Djawi Hisworo” yang pada awal Januari 1918 memuat artikel yang  berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw.  Penulisnya Djojodikoro dan tulisan tersebut berjudul “Pertjakapan Antara Martho dan Djojo”.
Ada sebuah penggalan kalimat yang secara jelas menghina Rasulullah saw. Berikut petikannya: “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem Opium, dan kadang soeka mengisep Opium.”
Penistaan itu membuat geram umat Islam.  H.O.S Tjokroaminoto  dengan cepat membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) yang langsung dipimpin oleh dirinya.
TKNM mengajak rakyat Indonesia untuk menghadiri rapat besar di Kebun Raya Surabaya, pada 6 Februari 1918. Kegiatan ini sebagai sikap penolakan kaum muslimim terhadap penghinaan Nabi saw.
Berapa jumlah orang yang ikut dalam aksi tersebut?
Tidak kurang dari 35.000 orang! Tuntutannya  mendesak pemerintah Hindia Belanda dan Sunan Surakarta untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar) atas kasus penistaan Nabi saw. (Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto karya A.D Mulawarman).

Beberapa dekade kemudian, salah satu murid politik Tjokroaminoto membubuhkan tandatangan bersejarah. Namanya Soekarno. Saat menjadi orang nomor satu di Indonesia, Bung Karno menandatangani Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/PNPS tentang Pencegahan Penyalahgunaan/dan atau Penodaan Agama pada 27 Januari 1965.
Tjokro dan Bung Karno hanya mengkonfirmasi bahwa kita memiliki warisan sejarah dan produk hukum terkait penistaan agama. Dan keduanya adalah tokoh bangsa yang layak kita teladani.
 Lalu jika masih saja ada di antara kita yang menghina para pembela Quran, tidakkah mereka belajar dari Tjokro dan umat Islam kala itu? Mengumpulkan 35 ribu orang di zaman belum ada handphone, facebook, twitter dan whatsapp bukanlah pekerjaan mudah. Hanya pernyataan Aa Gym yg dapat menjelaskannya.
“Ini persoalan hati yang menggerakkan kita semua.”
Lalu jika kita masih terus-berkelit untuk membebaskan Ahok dari kasus penistaan agama sampai harus mengundang ulama Mesir, tidakkah kita malu pada Bung Karno yang jauh-jauh hari sudah menyiapkan peraturan soal ini dan berisikan penjelasan yang eksplisit?
Bergurulah kepada Tjokro dan Bung Karno…
Erwyn Kurniawan
Penulis buku: Dalam Lingkaran Kebisuan (Dari John McCain hingga Al Maidah)

Twitter: @Erwyn2002

Share:

Inilah Film Dokumenter Terbaru Aksi Bela Islam 212

Islamedia – Chanel youtube KIBLAT TV mengunggah Film Dokumenter yang menampilkan perhelatan akbar Aksi Bela Islam Jilid 3 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aksi 212.
 
Film dokumenter dengan durasi 13:57 menit  ini berjudul “TUNAI JANJI UMAT ISLAM, AKSI SUPER DAMAI 212″dan diunggah ke youtube pada kamis(15/12/2016). 


Film ini dapat dengan sangat bagus mengambarkan rangkaian peristiwa dari Aksi jalan Kaki Kafilah Ciamis, Pelarangan PO Bus, hingga beragam komentar positif dari jutaan peserta Aksi 212.
 
Bagi yang ingin menyaksikanya karya dari reporter kiblat.net bernama Abdullah Muhammad dapat mengunjungi Link berikut ini.
 


Share:

Revolusi Ekonomi, Koperasi Syariah 212 Resmi Berdiri

Koperasi Syariah 212 berdiri
 Islamedia – Koperasi Syariah 212 secara resmi berdiri pada Jum’at, 6 Januari 2017 di Ballroom AL HAMBRA Komplek Kampus STEI TAZKIA Sentul Bogor Jawa Barat. Launching Koperasi Syariah 212 langsung dipimpin oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir.
 
Dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, memohon rahmat Allah subhanahuwataala, maka hari ini sama-sama kita resmikan Koperasi Syariah 212” ujar Bachtiar Nashir
 
Hadir dalam acara Launching Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, Dr. Mohammad Syafii Antonio, Ustadz Zaitun Rasmin dan sejumlah Tokoh Ulama lainya dari berbagai perwakilan ormas Islam.
 
Dalam sambutanya, Kiyai Ma’ruf berpesan bahwa seluruh ulama untuk bersatu menghadapi berbagai macam upaya melemahkan, mulai dari melemahkan ekonomi hingga memecah belah umat.
 
Sementara Dr. Mohammad Syafii Antonio selaku Ketua Dewan Ekonomi Syariah 212 menyampaikan pesan bahwa Koperasi Syariah 212 ini konsepnya sama seperti koperasi pada umumnya, namun tujuannya lebih spesifik yakni untuk membangun ekonomi umat.
 
Syafii menambahkan bahwa berbagai aspek ekonomi yang berhubungan dengan Umat akan digarap seperti : bisnis retail, distributor suplier, dan pabrik dengan cara berinvestasi, bisnis properti pun kedepannya juga akan digalakkan.
 
Terkait target aset Koperasi Syariah 212 Syafii secara optimis menyatakan bahwa akan mencapai 212 Miliar dana terkumpul pada satu tahun pertama, tiga tahun 2.12 triliun, tujuh tahun 21.2 triliun, dan sepuluh tahun sebesar 212 triliun.[islamedia.id]
 
Share:

Rabu, 11 Januari 2017

Muslim Aussie Luncurkan Program TV Kartun Islami

Eramuslim.com – Pemimpin Komunitas Muslim Australia yang tergabung dalam National Council Imam Australia (ANIC) menyambut baik diluncurkannya sebuah saluran kartun alternatif bagi anak-anak muslim, dalam One4Kids.

one4kids
Presiden ANIC, Syekh Shady Alsuleiman mengatakan saluran kartun ini sebagai alternatif dari kartun Peppa Pig yang populer bagi anak-anak  di Australia. Syekh Shady menilai Peppa Pig memberi gambaran yang kurang tepat bagi anak-anak Muslim Australia, yang menggambarkan seekor babi dan keluarganya.
“Hadirnya saluran kartun One4Kids merupakan dukungan terhadap program yang merangkul dan menggambarkan Islam, sesuai dengan prinsip, etika dan nilai-nilai agama Islam,” kata dia dilansir dari Telegraph.co.uk, awal Desember lalu.

One4Kids merupakan perusahan di Sydney yang memproduksi acara anak-anak dengan tema Islam yang mendapatkan sumber dana dari proyek Barakah Hills, acara anak alternatif dari kartun Peppa Pig.
“Seperti kita ketahui Muslim rata-rata tingkat kelahiran lebih tinggi, ditambah peningkatan jumlah anak-anak muslim waktu menonton video di perangkat, komputer, dan televisi juga bertambah. Dengan dukungan anda, One4Kids berharap dapat menyelesaikan produksi seri baru, Insha Allah,” dalam keterangan perusahaan.
Seri terbaru dari kartun produksi One4Kids bercerita tentang keluarga Abdullah di kota mayoritas muslim Barakah Hills. Episode ini akan menceritakan ‘Ayah memberikan khutbah pertama’ dan ‘Menghitung dalam Bahasa Arab’.
“Anak-anak akan beljar segala sesuatu dari bagaimana menjaga perilaku, hingga berhubungan dengan masyarakat dan komunitas Muslim,” kata One4Kids produser and direktur, Subhi Alshaik.
Ia menegaskan acara-acara bertemakan Islam akan memberi alternatif pada acara ‘sampah’ di televisi. Dimana acara dari One4Kids ini mengajarkan yang terbaik dan apa yang mereka butuhkan untuk belajar.
Alshaik mengkritik kartun Peppa Pig mengandung isi ‘tidak baik’ bagi anak diantaranya mengajarkan anak untuk menjadi sombong. Menurutnya kritik itu bukan karena menggambarkan seekor babi, yang menjadi larangan bagi Muslim untuk dikonsumsi, tapi pesan acara tersebut. (kl/rol)

Share:

Aleppo Lahirkan Tokoh Penting Peradaban Islam

Eramuslim.com – Selama ini masyarakat dunia hanya mengenal Andalusia, Kordoba, Baghdad, Kairo, Damaskus, dan Istanbul sebagai kota-kota penting dalam sejarah peradaban Islam. Tidak demikian halnya dengan Aleppo, kota yang terletak sekitar 350 kilometer sebelah utara ibu kota Suriah.
Padahal, di kota ini terdapat peninggalan sejarah peradaban Islam seperti benteng-benteng, pintu gerbang, pasar-pasar tradisional, rumah peristirahatan, masjid, tempat pemandian umum, rumah sakit, dan madrasah (sekolah).
Sama halnya dengan Damaskus, Aleppo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kota tertua di dunia. Aleppo terletak di persimpangan sejumlah jalur perdagangan yang padat. Bahkan, Aleppo termasuk rute ‘Jalan Sutra’ sejak milenium kedua sebelum Masehi (SM).
Kota ini secara berturut-turut pernah dikuasai oleh berbagai suku bangsa dan dinasti, seperti Hitti, Assyria, Arab, Fathimiyah, Ayyubiyah, Mongol, Mamluk, dan Turki Usmani (Ottoman). Karenanya, tak mengherankan jika Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah memilih Aleppo sebagai kota pusat budaya Islam di wilayah Arab pada 2006 silam.


Pada masa pemerintahan Islam, yang dimulai sejak 637 M, Aleppo menjelma menjadi kota terkemuka dalam berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, kebudayaan, hingga ilmu pengetahuan.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Aleppo telah melahirkan sejumlah tokoh penting dalam khazanah keilmuan dan peradaban Islam. Hal ini juga yang mendorong penguasa Islam pada masa itu, untuk membangun sejumlah madrasah (lembaga pendidikan). Salah satu madrasah yang cukup terkenal pada masa itu adalah Madrasah Al-Zahiriyah.
Pada masa Sultan Malik al-Zahir, Madrasah Al-Zahiriyah tumbuh menjadi pusat perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan terbesar di Aleppo. Orang pertama yang ditunjuk oleh penguasa Aleppo untuk mengajar di sana adalah Diya’ al-Din Abu al-Ma’ali Muhammad bin Hasan bin As’ad bin ‘Abd al-Rahman bin al-Ajami. Kuliah perdana selain dihadiri oleh kaum terpelajar Aleppo juga dihadiri secara langsung oleh Sultan Malik al-Zahir.
Sejarawan Barat, Allah Terry dalam bukunya bertajuk Ayyubid Architecture mengungkapkan, Madrasah Al-Zahiriyah merupakan sebuah kompleks bangunan sekolah yang terletak sekitar 500 meter ke arah utara pintu gerbang Kota Aleppo. Pintu gerbang itu dinamakan Bab al-Maqam. (hh/rol)
Share:

Asosiasi Mahasiswa Muslim AS Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Suriah


Eramuslim.com – Asosiasi Mahasiswa Muslim pada Universitas Southern Illinois, Edwardsville, Amerika Serikat (AS) mengumpulkan 20 ton makanan dan pakaian sebagai bantuan kepada pengungsi Suriah.

Dilansir Belleville News-Democrat, Ahad (8/1), upaya tersebut dilakukan sejak November tahun lalu. Asosiasi bekerja sama dengan LSM Helping Hand for Relief and Development (HHRD). Itu merupakan lembaga nonprofit global yang berpusat di Michigan.
Menurut Nadia Zeeshan, direktur HHRD, bantuan dari Asosiasi Mahasiswa Muslim ini akan disalurkan kepada 10 ribu pengungsi Suriah. Pada Ahad (8/1) waktu setempat, bantuan sudah siap dikirim ke Suriah. Dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya juga terus mengumpulkan dan menyalurkan bantuan sandang-pangan ke daerah konflik di Timur Tengah.
Tidak terbatas pada mahasiswa, asosiasi ini juga mengajak para dosen untuk ikut terlibat dalam aksi solidaritas Suriah.

pengungsi Suriah 
 
“Kami tidak menyangka ini akan jadi berita,” kata Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim kampus tersebut, Zia Hasan Ansari.
Mahasiswa teknik elektro itu menjelaskan, asosiasi ini terdiri atas 150 mahasiswa Muslim Universitas Southern Illinois. Sekitar 40 persen di antaranya merupakan warga AS, sedangkan sisanya mahasiswa asing yang bersekolah di sana.
Zia berharap, media massa arus utama lebih seimbang dalam menyiarkan pelbagai aspek tentang kaum Muslim. Selain aksi solidaritas Suriah, Asosiasi ini juga menjadwalkan acara rutin dialog lintas agama dan kegiatan sosial-budaya lainnya.
“Tujuan kami ingin memperkenalkan bagaimana Islam sebenarnya. Kata ‘Islam’ sendiri berarti ‘perdamaian’, ‘salaam’,” jelas dia.
“Memang, ada perbedaan yang jelas antara Muslim dan non-Muslim. Tapi, Anda harus pertama-tama menjadi seorang yang humanis, baru kemudian menjadi Muslim dalam arti tadi,” kata Zia. (gh/bnd)

Share:

Bantu Pengungsi Palestina, UNRWA Butuh Dana 813 Juta Dolar AS Di Tahun 2017

Eramuslim – Komisaris Jenderal Badan bantuan PBB untuk urusan pengungsi Palestina “UNRWA”, Pierre Krähenbühl, meminta negara donor untuk menyumbangkan dana sebesar 813 juta dolar AS yang akan digunakan mendanai program kemanusiaan warga Palestina baik di dalam dan luar negeri.
1,6 juta warga pengungsi Palestina membutuhkan dukungan segera dari masyarakat internasional lebih dari sebelumnya, terutama karena kondisi keamanan dan stabilitas di kawasan Dunia Arab, ujar Pierre Krähenbühl dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada hari Senin (9/01).
Pierre Krähenbühl menjelaskan bahwa dana tersebut untuk membantu pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Al Quds, serta diluar negeri seperti Suriah yang terkena dampak konflik.

pengungsi-palestina-di-suriah 

Dana sebesar 402 juta dolar AS akan digunakan UNRWA untuk membantu sekitar 912 ribu pengungsi Palestina yang mendapatkan bantuan tetap dari organisasi, selain untuk keperluan prioritas lainnya di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Al Quds, termasuk membantu lebih dari 6.500 keluarga yang kehilangan rumah dalam agresi tahun 2014, serta perbaikan 50 ribu bangunan lainnya yang hancur.
Sedangkan sisanya sebesar 411 juta dolar AS aan digunakan untuk membantu 430 ribu pengungsi Palestina di Suriah, serta 30 ribu warga lainnya yang melarikan diri ke Lebanon dan 17 ribu ke wilayah Jordan. (Shorouk/Ram)


Share:

Kunjungi Kami di


jadwal-sholat