Dakwah itu cinta, istiqomah itu kesetiaan

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Milad ke 29, Al Qassam Tetap Menjadi Ikon Pembebasan Palestina

Brigade Al-Qassam
Islamedia – Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan, setelah 29 tahun mereka berhasil mewujudkan mimpi-mimpi para syuhadanya dari Syekh Yasin, Rantisi, Muqadimah, Shahadah, Ayyash dan ‘Duo’ Jamal serta mampu membangun militer nasional dan generasi yang layak dan memiliki kemampuan untuk masuk dalam perang besar demi mengembalikan warga Palestina dan membebaskan negeri para nabi.

Juru bicara Al-Qassam, Abu Ubaidah mengatakan dalam halaman twitternya kemarin sore (13/12), “Dalam memperingati Milad 29 Hamas, Al-Aqsha masih menjadi kompas kami, masih berpihak kepada umat Islam, loyalitas masih kepada bangsa Palestina, kami masih setia kepada tawanan Palestina di penjara Israel dan lebih dari itu tujuan dan panji kami adalah Allah.”
Ia menambahkan, 29 tahun Al-Qassam sudah dilalui dengan darah dan senjata bahkan mampu professional dalam menciptakan sejarah dan membentuk generasi pembebas dengan karunia dan izin Allah. Tak heran Al-Qassam menjadi ikon kemenangan dan tema pembebasan.
Rabu hari ini (14/12) adalah peringatan milad Hamas ke-29 yang dibentuk oleh Syekh Asy-Syahid Ahmad Yasin dengan sejumlah pemimpin lain.
Hamas memperingati miladnya ini dengan berbagai acara mobilisasi massa di dalam dan luar Palestina. (at/pip)


Share:

Rabu, 11 Januari 2017

Muslim Aussie Luncurkan Program TV Kartun Islami

Eramuslim.com – Pemimpin Komunitas Muslim Australia yang tergabung dalam National Council Imam Australia (ANIC) menyambut baik diluncurkannya sebuah saluran kartun alternatif bagi anak-anak muslim, dalam One4Kids.

one4kids
Presiden ANIC, Syekh Shady Alsuleiman mengatakan saluran kartun ini sebagai alternatif dari kartun Peppa Pig yang populer bagi anak-anak  di Australia. Syekh Shady menilai Peppa Pig memberi gambaran yang kurang tepat bagi anak-anak Muslim Australia, yang menggambarkan seekor babi dan keluarganya.
“Hadirnya saluran kartun One4Kids merupakan dukungan terhadap program yang merangkul dan menggambarkan Islam, sesuai dengan prinsip, etika dan nilai-nilai agama Islam,” kata dia dilansir dari Telegraph.co.uk, awal Desember lalu.

One4Kids merupakan perusahan di Sydney yang memproduksi acara anak-anak dengan tema Islam yang mendapatkan sumber dana dari proyek Barakah Hills, acara anak alternatif dari kartun Peppa Pig.
“Seperti kita ketahui Muslim rata-rata tingkat kelahiran lebih tinggi, ditambah peningkatan jumlah anak-anak muslim waktu menonton video di perangkat, komputer, dan televisi juga bertambah. Dengan dukungan anda, One4Kids berharap dapat menyelesaikan produksi seri baru, Insha Allah,” dalam keterangan perusahaan.
Seri terbaru dari kartun produksi One4Kids bercerita tentang keluarga Abdullah di kota mayoritas muslim Barakah Hills. Episode ini akan menceritakan ‘Ayah memberikan khutbah pertama’ dan ‘Menghitung dalam Bahasa Arab’.
“Anak-anak akan beljar segala sesuatu dari bagaimana menjaga perilaku, hingga berhubungan dengan masyarakat dan komunitas Muslim,” kata One4Kids produser and direktur, Subhi Alshaik.
Ia menegaskan acara-acara bertemakan Islam akan memberi alternatif pada acara ‘sampah’ di televisi. Dimana acara dari One4Kids ini mengajarkan yang terbaik dan apa yang mereka butuhkan untuk belajar.
Alshaik mengkritik kartun Peppa Pig mengandung isi ‘tidak baik’ bagi anak diantaranya mengajarkan anak untuk menjadi sombong. Menurutnya kritik itu bukan karena menggambarkan seekor babi, yang menjadi larangan bagi Muslim untuk dikonsumsi, tapi pesan acara tersebut. (kl/rol)

Share:

Aleppo Lahirkan Tokoh Penting Peradaban Islam

Eramuslim.com – Selama ini masyarakat dunia hanya mengenal Andalusia, Kordoba, Baghdad, Kairo, Damaskus, dan Istanbul sebagai kota-kota penting dalam sejarah peradaban Islam. Tidak demikian halnya dengan Aleppo, kota yang terletak sekitar 350 kilometer sebelah utara ibu kota Suriah.
Padahal, di kota ini terdapat peninggalan sejarah peradaban Islam seperti benteng-benteng, pintu gerbang, pasar-pasar tradisional, rumah peristirahatan, masjid, tempat pemandian umum, rumah sakit, dan madrasah (sekolah).
Sama halnya dengan Damaskus, Aleppo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kota tertua di dunia. Aleppo terletak di persimpangan sejumlah jalur perdagangan yang padat. Bahkan, Aleppo termasuk rute ‘Jalan Sutra’ sejak milenium kedua sebelum Masehi (SM).
Kota ini secara berturut-turut pernah dikuasai oleh berbagai suku bangsa dan dinasti, seperti Hitti, Assyria, Arab, Fathimiyah, Ayyubiyah, Mongol, Mamluk, dan Turki Usmani (Ottoman). Karenanya, tak mengherankan jika Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah memilih Aleppo sebagai kota pusat budaya Islam di wilayah Arab pada 2006 silam.


Pada masa pemerintahan Islam, yang dimulai sejak 637 M, Aleppo menjelma menjadi kota terkemuka dalam berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, kebudayaan, hingga ilmu pengetahuan.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Aleppo telah melahirkan sejumlah tokoh penting dalam khazanah keilmuan dan peradaban Islam. Hal ini juga yang mendorong penguasa Islam pada masa itu, untuk membangun sejumlah madrasah (lembaga pendidikan). Salah satu madrasah yang cukup terkenal pada masa itu adalah Madrasah Al-Zahiriyah.
Pada masa Sultan Malik al-Zahir, Madrasah Al-Zahiriyah tumbuh menjadi pusat perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan terbesar di Aleppo. Orang pertama yang ditunjuk oleh penguasa Aleppo untuk mengajar di sana adalah Diya’ al-Din Abu al-Ma’ali Muhammad bin Hasan bin As’ad bin ‘Abd al-Rahman bin al-Ajami. Kuliah perdana selain dihadiri oleh kaum terpelajar Aleppo juga dihadiri secara langsung oleh Sultan Malik al-Zahir.
Sejarawan Barat, Allah Terry dalam bukunya bertajuk Ayyubid Architecture mengungkapkan, Madrasah Al-Zahiriyah merupakan sebuah kompleks bangunan sekolah yang terletak sekitar 500 meter ke arah utara pintu gerbang Kota Aleppo. Pintu gerbang itu dinamakan Bab al-Maqam. (hh/rol)
Share:

Asosiasi Mahasiswa Muslim AS Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Suriah


Eramuslim.com – Asosiasi Mahasiswa Muslim pada Universitas Southern Illinois, Edwardsville, Amerika Serikat (AS) mengumpulkan 20 ton makanan dan pakaian sebagai bantuan kepada pengungsi Suriah.

Dilansir Belleville News-Democrat, Ahad (8/1), upaya tersebut dilakukan sejak November tahun lalu. Asosiasi bekerja sama dengan LSM Helping Hand for Relief and Development (HHRD). Itu merupakan lembaga nonprofit global yang berpusat di Michigan.
Menurut Nadia Zeeshan, direktur HHRD, bantuan dari Asosiasi Mahasiswa Muslim ini akan disalurkan kepada 10 ribu pengungsi Suriah. Pada Ahad (8/1) waktu setempat, bantuan sudah siap dikirim ke Suriah. Dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya juga terus mengumpulkan dan menyalurkan bantuan sandang-pangan ke daerah konflik di Timur Tengah.
Tidak terbatas pada mahasiswa, asosiasi ini juga mengajak para dosen untuk ikut terlibat dalam aksi solidaritas Suriah.

pengungsi Suriah 
 
“Kami tidak menyangka ini akan jadi berita,” kata Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim kampus tersebut, Zia Hasan Ansari.
Mahasiswa teknik elektro itu menjelaskan, asosiasi ini terdiri atas 150 mahasiswa Muslim Universitas Southern Illinois. Sekitar 40 persen di antaranya merupakan warga AS, sedangkan sisanya mahasiswa asing yang bersekolah di sana.
Zia berharap, media massa arus utama lebih seimbang dalam menyiarkan pelbagai aspek tentang kaum Muslim. Selain aksi solidaritas Suriah, Asosiasi ini juga menjadwalkan acara rutin dialog lintas agama dan kegiatan sosial-budaya lainnya.
“Tujuan kami ingin memperkenalkan bagaimana Islam sebenarnya. Kata ‘Islam’ sendiri berarti ‘perdamaian’, ‘salaam’,” jelas dia.
“Memang, ada perbedaan yang jelas antara Muslim dan non-Muslim. Tapi, Anda harus pertama-tama menjadi seorang yang humanis, baru kemudian menjadi Muslim dalam arti tadi,” kata Zia. (gh/bnd)

Share:

Bantu Pengungsi Palestina, UNRWA Butuh Dana 813 Juta Dolar AS Di Tahun 2017

Eramuslim – Komisaris Jenderal Badan bantuan PBB untuk urusan pengungsi Palestina “UNRWA”, Pierre Krähenbühl, meminta negara donor untuk menyumbangkan dana sebesar 813 juta dolar AS yang akan digunakan mendanai program kemanusiaan warga Palestina baik di dalam dan luar negeri.
1,6 juta warga pengungsi Palestina membutuhkan dukungan segera dari masyarakat internasional lebih dari sebelumnya, terutama karena kondisi keamanan dan stabilitas di kawasan Dunia Arab, ujar Pierre Krähenbühl dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada hari Senin (9/01).
Pierre Krähenbühl menjelaskan bahwa dana tersebut untuk membantu pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Al Quds, serta diluar negeri seperti Suriah yang terkena dampak konflik.

pengungsi-palestina-di-suriah 

Dana sebesar 402 juta dolar AS akan digunakan UNRWA untuk membantu sekitar 912 ribu pengungsi Palestina yang mendapatkan bantuan tetap dari organisasi, selain untuk keperluan prioritas lainnya di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Al Quds, termasuk membantu lebih dari 6.500 keluarga yang kehilangan rumah dalam agresi tahun 2014, serta perbaikan 50 ribu bangunan lainnya yang hancur.
Sedangkan sisanya sebesar 411 juta dolar AS aan digunakan untuk membantu 430 ribu pengungsi Palestina di Suriah, serta 30 ribu warga lainnya yang melarikan diri ke Lebanon dan 17 ribu ke wilayah Jordan. (Shorouk/Ram)


Share:

Kunjungi Kami di


jadwal-sholat